Edukasi Sebagai Sarana Agar Tidak Terjadi Kekerasan Seksual

Edukasi atau sering diketahui sebagai pendidikan adalah salah satu cara untuk menghindari terjadinya kekerasan seksual. Edukasi sejak dini mengajarkan seorang anak tentang sesuatu yang baiknya tidak dilakukan kepada sesame manusia yang akan merugikan orang lain. Kekerasan seksual sering terjadi akibat emosi yang tak terkendali, kamu dia menjadi kebiasan. Bagi seseorang yang terbiasa melakukan kekerasan sebagai kesenangan, tidak dapat dipungkiri bisa bertindak kasar saat melakukan hubungan badan.Dalam kasus ini orang yang melakukan kekerasan saat melakukan hubungan badan mungkin memiliki gangguan kejiawaan yang sangat senang saat melihat partner sexnya menderita. Orang yang melakukan ini sering disebut psikopat.Seorang psikopat sering menggunakan benda-benda aneh saat melakukan hubungan badan, tindakan ini sering disebut BDSM. Suatu tindakan berhubungan badan yang menyiksa partnernya untuk mendapatkan kesenangan dari penderitaan sang partner.

Kembali pada pembahasan awal tentang edukasi kekerasan seksual. Ini terjadi karena rendahnya pengetahuan tentang hubungan sex dan juga pengawasan orang tua tentang tontonan anak. Bagi orang yang pengetahuan seksualnya rendah hanya akan berpikir tentang bagaimana mendapatkan kenikmatan dari berhubungan tubuh dengan cara apapun. Karena hanya mengikuti keinginan untuk mendapatkan kenikmatan semata tidak dipedulikannya pasangan sexnya akan menderita ataupun tidak. Hal ini sering terjadi karena rendahnya edukasi yang diterima sejak dini. Edukasi tentang kekerasan seksual yang dilakukan sejak dini bukan untuk mengotori otak anak, namun untuk mengajarkan anak tentang kekerasan yang seharusnya tidak terjadi. Namun, masih banyak masyarakat mengira memberikan edukasi kekerasan seksual dapat merusak pikiran anak-anak.

Membiarkan anak tidak mengetahui apapun tentang edukasi kekerasan seksual adalah tindakan yang salah. Ini bias menjadi kesalahan besar yang dilakukan orang tua. Penyebabnya, karena ketidaktahuannya anak sering mencari tahu sendiri, karena sifat anak yang memiliki keingin tahuan yang tinggi akan sesuatu yang baru. Semua ini dapat menimbulkan kelakuan di luar nalar yang bisa saja dilakukan oleh anak karena keingin tahuannya. Oleh sebab itu edukasi kekerasan seksual sangat penting diterapkan sejak dini dan harus selalu diberikan didikan dasar oleh orang tua.

Cara menyalurkan edukasi tentang kekerasan sex dapat dilakukan secara formal dan non formal. Jika secara formal tentu bisa menggunakan sekolah sebagai perantara pendidikan tentang kekerasan seksualitas, di dalam sekolah akan mengejarkan tentang bahayanya berhubungan sex sebelum menikah, penyakit apa saja yang disebabkan sex bebas dan apa dampak dari kekerasaan saat melakukan hubungan tubuh. Sedangkan, untuk non formal bisa dilakukan oleh orang tua yang mengawasi tontonan yang dilihat oleh sang anak, membatasi sang anak saat bermain handphone karena bisa memberi pengaruh dari beberapa situs yang mempunyai iklan tentang seksualitas. Selain itu membuat pergaulan anak agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas yang condong ke minuman keras dan sex bebas. Perhatian kedua orang tua juga diperlukan agar sang anak tidak merasa sendiri. Semua ini dilakukan untuk mencegah terjadinya generasi muda yang akan menjatuhkan nama baik bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *