RCCMSC

ArtikelBlogKasus

Dampak Buruk Korban Penderita Trauma Pelecehan Seksual

Dampak Buruk Korban Penderita Trauma Pelecehan Seksual

Dampak Buruk Korban Penderita Trauma Pelecehan Seksual – Kasus pelecehan seksual di semua negara memang kerap kali terjadi sejak beberapa tahun silam. Hal tersebut terjadi bukan adanya unsur kesengajaan yang direncanakan. Akan tetapi para pelaku melihat adanya peluang dan kesempatan untuk melampiaskan hawa nafsunya. Walau mereka tidak begitu birahi, namun karena santapan empuk di depan mata yang sangat sayang jika diabaikan. Maka pastinya aksi tidak senonoh pun langsung mereka lancarkan.

Berdasarkan catatan dari berbagai sumber terpercaya, pelecehan seksual lebih merujuk pada kalangan muda – mudi. Bisa dibilang bahwa para korban tersebut berada jauh dari kediamannya. Seperti halnya kalangan mahasiswa yang bertempat di kontrakan, kost dan apartemen. Alhasil mereka terlihat mengalami gangguan mental yang berlebihan setelah mengalami nasib tersebut. Dan berita kali ini akan membahas secara dalam tentang dampak buruk para korban penderita trauma pelecehan seksual. Dimana kasus tersebut selalu menghantui para korban dari hari ke hari.

  • Kehilangan Masa Depan

Yang pertama yaitu para korban pelecehan seksual akan kehilangan masa depan. Bagaimana bisa? Sebab mereka merasa enggan untuk menjalankan aktivitas yang berguna setelah mengalami hal – hal buruk beberapa hari sebelumnya. Padahal impian mereka telah tertuang jelas sejak menduduki bangku Sekolah Dasar. Akan tetapi lantaran keberingasan kaum tidak beradab, masa depan mereka menjadi pertanyaan besar.

Kondisi ini sering terjadi di Indonesia. Dimana angka per tahunnya semakin meningkat secara drastis. Hal tersebut bukan berarti bahwa para pelaku tidak memiliki etika buruk, melainkan adanya kesempatan yang memuluskan aksi anarkis. Walau dikenakan hukuman berat, namun hal tersebut tidak membuat jera para pelaku.

Dampak Buruk Korban Penderita Trauma Pelecehan Seksual

  • Lebih Sering Mengurung Diri

Yang kedua adalah lebih sering mengurung diri. Korban pelecehan seksual biasanya tidak langsung melampiaskan amarahnya secara langsung. Karena mereka melihat bahwa kemampuan yang dimilikinya tidak terlalu tangguh. Akibatnya mereka lebih suka mendekatkan diri dengan buku harian.

Jadi segala yang mereka alami telah menjadi saksi bahwa buku tersebut menjadi teman terbaik. Tak sedikit korban pelecehan seksual yang mengalami hal tersebut. Karena mereka menganggap bahwa sendirian di kamar merupakan solusi yang tepat untuk melupakan kejadian buruk.

  •  Nafsu Makan Menurun

Yang ketiga ialah nafsu makan mulai menurun. Hal tersebut terlihat jelas dimana setiap wanita tidak pernah pilah – pilih dalam urusan makanan. Terkadang mereka sering memamerkan setiap menu kepada rekan – rekannya. Namun karena mereka trauma dengan kasus pelecehan seksual, maka melahap satu piring butuh waktu berjam – jam.

Diketahui bahwa kaum Hawa memang selalu melampiaskan emosinya dengan membiarkan hal – hal yang seharusnya diselesaikan dalam waktu sekejap. Lain halnya kalangan Adam, mereka berbeda jauh dalam urusan emosi. Pada dasarnya membutuhkan teman sebagai rekan curhat akan lebih baik dari pada melepas amarah yang terlalu berlebihan.

  • Menjadi Pengikut Setan

Dan yang terakhir tak lain adalah menjadi pengikut setan. Dalam hal ini orang yang mengalami trauma pelecehan seksual dinilai lebih ganas dalam melakukan hal – hal buruk lainnya. Itu karena masa depan mereka yang sudah jelas tidak menentu telah membuatnya buta hati. Akibatnya mereka salah memilih pergaulan. Sehingga mereka terjerumus dalam jurang kemaksiatan abadi.

Rccmsc – Faktanya para korban pelecehan seksual lebih sering menghabiskan waktunya di tempat – tempat tidak wajar. Terlebih mereka juga mencoba – coba untuk mengkonsumsi segala jenis Narkotika. Dan yang pasti semua yang mereka cita – citakan tak kan pernah terwujud.

Please follow and like us: