Site Overlay

Rape Crisis CenterService For Sexual Trauma Abuse

Menjalin Hubungan Yang Baik Akan Terhindar Dari Kekerasan Seksual
Artikel Blog Informasi

Menjalin Hubungan Yang Baik Akan Terhindar Dari Kekerasan Seksual

Menjalin Hubungan Yang Baik Akan Terhindar Dari Kekerasan Seksual – Menjalin hubungan dengan lawan jenis merupakan sebuah kodrat yang harus dilalui oleh seorang wanita. Wanita tanpa ada seseorang yang mendampingi tentu saja menjadi sangat rentan terhadap kejahatan. Akan tetapi jika memiliki hubungan yang kurang baik justru membahayakan untuk keselamatan wanita itu sendiri. Memiliki hubungan baik yang terjalin antar lawan jenis tentunya menjadi gerbang yang baik untuk sebuah hubungan yang memiliki niat baik. Hubungan yang diawali dengan sebuah niat baik tentu saja tidak akan membahayakan kaum wanita. Sebaliknya sebuah hubungan yang terjalin dengan tidak sehat justru akan sangat berbahaya untuk kaum wanita.

Hubungan yang terjadi antar lawan jenis merupakan hubungan yang diharapkan kehadirannya. Namun apa daya jika memang memiliki hubungan yang tidak sehat. Kekerasan seksual sebenarnya terjadi bukan dengan orang yang jauh. Seringnya kekerasan seksual akan terjadi dan dilakukan oleh orang-orang terdekat. Motif dari perlakuan ini tentu saja tidak bisa dibenarkan. Oleh karenanya mengetahui motif maupun cara mengantisipasi kekerasan seksual menjadi salah satu jalan untuk menghindarinya. Apabila seorang wanita berhasil menghindari kekerasan seksual maka dirinya menjadi orang yang selamat. Salah satu upaya yang baik agar para wanita terhindari dari kekerasan seksual atau pemerkosaan maka para wanita diharapkan untuk memiliki hubungan yang baik kepada semua orang. Terutama hubungan dengan lawan jenis.

Apabila baru mengenal seseorang, ada baiknya berhati-hati sebelum pada akhirnya memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan yang lebih serius. Kekerasan seksual justru terbesar dilakukan oleh orang terdekat. Sehingga untuk mengantisipasinya adalah dengan menjalin hubungan yang lebih sehat. Termasuk jika ingin mencari pendamping hidup. Jangan salah dalam memilih. Sebab jika salah maka justru pendamping yang akan menjadi pelaku kekerasan seksual. Oleh karenanya, akan lebih baik jika mencari seseorang yang bis diajak untuk memiliki hubungan lebih sehat. Caranya adalah dengan mengenal lebih dekat dan menjalani hubungan yang tidak terlalu banyak bahaya. Jika sekali saja sudah pernah melakukan hal menyimpang, maka selanjutnya hal menyimpang itulah yang menjadi awal dari kekerasan seksual pada perempuan.

Menjalin sebuah hubungan yang lebih sehat dengan lawan jenis merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk terhindar dari tindak kejahatan yang paling banyak dilakukan oleh orang terdekat atau pada daerah yang tergolong privat /sepi. Jika sudah demikian jangan pernah membiarkan hal itu terjadi karena wanita adalah makhluk yang paling berharga, tentunya seorang wanita sendiri menjadi kunci akan keberhasilan dalam menjalin hubungan yang lebih sehat. Sebab jika hubungan yang terjalin tidak sehat, maka potensi untuk tindak kejahatan akan semakin terbuka lebar. Bahkan bisa saja siapa saja pelakunya. Pilihlah orang-orang yang benar-benar memiliki kesehatan jasmani dan juga rohani untuk menjadi salah satu syarat utama menjalin hubungan.

Dampak Negatif dan Positif Pemberian Edukasi Seksual
Artikel Blog Informasi

Dampak Negatif dan Positif Pemberian Edukasi Seksual

Dampak Negatif dan Positif Pemberian Edukasi Seksual – Edukasi seksual adalah suatu aktifitas yang dilakukan dengan memberikan pengajaran mengenai alat reproduksi pada semua kalangan. Edukasi seksual ini memiliki tujuan untuk mengajarkan masalah organ-organ penting seksual, penyakit yang dapat menyerang alat reproduksi, dan juga dengan pendidikan seksual bisa memberikan pengetahuan tentang pelecehan seksual, perkosaan terhadap semua jenis kelamin, dan seks bebas. Edukasi seksual ini sudah diberikan ke warga negara di beberapa negara yaitu, Tiongkok, India, Kanada, Belanda,dan Indonesia sendiri. Edukasi seksual ini dapat diberikan secara formal oleh organisasi sekolah dan dapat diberikan secara non formal oleh orang tua untuk sang anak caranya dengan membimbing secara bertahap tentang reproduksi sesuai umur anak.

Melihat hal sebelumnya, edukasi ini memiliki dampak negatif serta dampak positif baik secara formal ataupun non formal, dampak negatif diantaranya sebagai berikut :

  • Jika pendidikan seksual ini anda berikan kepada anaka secara formal melalui sekolah, ada kemugkinan timbbulnya kesalah pahaman atas materi yang telah disampaikan;
  • Jika pendidikan seksual ini diajarkan baik secara formal ataupun non formal dan memungkinkan sebagian besar penjelasan materi tidak benar akan menjadi sebuah masalah yang timbul kepada anak;
  • Jika memberikan anak tentang pendidikan seksual memungkinkan anak untuk mencoba hal-hal yang diajarkan, karena anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi;
  • Selain itu, hal negatif yang dapat terjadi dengan memberikan pendidikan seksual kepada anak di sekolah adalah perbedaan paham dari pengajaran seksual di sekolah dan di rumah yang menganut ajaran keagamaan yang berbeda dengan guru di sekolah.

Setelah membahas sedikit dampak negatif dari adanya edukasi seksual kepada anak, maka kali ini akan dibahas beberapa dampak positif dari adanya edukasi seksual yang akan dijelaskan oleh salah satu anggota https://citibet88.club yang menjadi pakar edukasi seksual, diantaranya sebagai berikut :

  • Dengan adanya pendidikan seksual anak anda akan sedikit paham mengenai organ-organ reproduksi
  • Dapat memberikan peran secara aktif agar anak-anak bisa menghindari terjadinya pelecehan seksual baik secara langsung ataupun tak langsung
  • Anak dapat menghindari hal-hal yang berbau ponografi.
Mengetahui Kekerasan seksual Secara Mendalam Khususnya Perempuan
Artikel Blog Informasi

Mengetahui Kekerasan seksual Secara Mendalam Khususnya Perempuan

Mengetahui Kekerasan seksual Secara Mendalam Khususnya Perempuan – Kekerasan seksual adalah salah satu masalah yang dialami oleh Indonesia. Menurut catatan komisi nasional perempuan di Indonesia bahwasannya kekerasan seksual banyak menimpa kaum perempuan dengan tingkatan yang sangat tinggi. Tahun 2014 telah terjadi kekerasan seksual sebanyak 4.475 kasus, pada tahun 2015 telah terekam jelas 6.499 kasus kekerasan seksual terjadi, tahun 2016 tercatat sebanyak 5.785 kasus, untuk tahun 2017 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya kasus kekerasan seksual sedikit mengecil sekitar 2.979 kasus tercatat, dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan, jumlah kekerasan seksual yang dialami di Indonesia berkisar 9.637 kasus. Melihat angka dari kasus kekerasan seksual yang sangat tinggi ini menjadi titik fokus tersendiri bagi komnas HAM di Indonesia.

Melihat hal sebelumnya, bahwasannya salah satu bentuk kekerasan seksual adalah pelecehan seksual. Pelecehan seksual adalah pendekatan yang dilakukan oleh seseorang karena sangat ingin sesuatu yang berkaitan dengan seks dan menunjukkan perilaku secara verbal atau fisik. Bentuk-bentuk dari pelecehan seksual terdiri dari berbagai macam bentuk diantaranya, Pelecehan fisik yang ditunjukkan melaliu sentuhan dan mengarah ke perbuatan menyimpang (Mencium, Melirik), Pelecehan lisan bentuk pelecahan ini dilontarkan dengan mengomentari bentuk tubuh dengan arah yang menuju ke seksual, Pelecahan isyarat bentuk pelecehan ini ditunjukkan dengan olah tubuh seperti menjilat bagian bibir berkali-kali, dan Pelecehan psikologis bentuk pelecehan dengan melakukan permintaan dan mengajak yang dilakukan secara terus-menerus. Melihat bentuk-bentuk pelecahan ini Indonesia memberikan sebuah konstitusi untuk mengurus tentang pelecehan seksual. Perbuatan seperti ini di atur dalam KUHP pasal 289 sampai pasal 296. Pelecehan seksual ini tidak hanya terjadi pada wanita-wanita dewasa saja kini bahkan merambah pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Sungguh hal ini sangat memalukan, faktor-faktor dari adanya pelecehan seksual adalah faktor psikologis (kejiwaan yang tidak sehat), faktor hubungan personal (berkaitan dengan iman dan ketaqwaan), faktor lingkungan sosial (pergaulan yang bebas dan tidak sehat), selain itu pelaku dapat melakukan sebuah gencatan untuk melancarkan aksi ketika ada ruang kosong.

Untuk mencegah pelecehan itu terjadi, anda harus mempunyai edukasi yang tinggi untuk hal tersebut. Edukasi sendiri dapat dilakukan secara formal ataupun non formal, jika anda mengambil jalur formal ada baiknya anda bersekolah, karena di dalam sekolah pasti memberikan bimbingan dan ajaran yang baik mengenai masalah-masalah yang ada di hadapan kamu. Jika, anda mengambil edukasi non formal, anda dapat mempelajari dasar-dasar dan bentuk-bentuk pelecehan seksual melalui media informasi yang ada seperti: Koran, Televisi, Website, dan masih banyak lagi. Ada satu hal yang paling penting agar tidak terjadi pelecehan yaitu menjaga sikap diri dan menjaga penampilan dari pakaian yang terbuka dan dapat menimbulkan nafsu.