Site Overlay

Pentingnya Pendidikan Seksual Bagi Generasi Muda

Pentingnya Pendidikan Seksual Bagi Generasi Muda – Sejak 2016, kasus-kasus kekerasan seksual kembali mencuat dan semakin menimbulkan reaksi negarif bagi masyarakat. bagaimana tidak, pada bulan April 2016, negara kita dibuat geram oleh perlakuan 19 pemuda yang memperkosa seorang gadis berusia 19 tahun di kota Manado, Sulawesi Utara. Kisah korban yang awalnya hanya diajak ketemuan dengan dua orang temannya ini ternyata berujung dengan kasus pemaksaan dirinya untuk melayani 19 lelaki sekaligus dalam kondisi mabuk dan dibawah pengaruh penjejalan narkoba. Dari kasus ini kita dapat belajar bahwa kejahatan seksual adalah kejahatan yang sebenarnya tidak harus selalu dimaafkan dan justru harus ditindak secara lanjut.

Kasus-kasus kekerasan seksual di Indonesia sejatinya sudah banyak sekali terjadi sejak jaman bahkan sebelum merdeka, terhitung sejak masa penjajahan kolonial dan Jepang yang saat itu banyak menargetkan korban para perempuan pribumi. Bedanya, pada saat itu dunia digital dan sosial media belum semarak sekarang. Para masyarakat yang merasa ter trigger pun belum se-terekspos sekarang. Oleh karena itu, tidak heran jika akhir-akhir ini kasus-kasus kekerasan seksual semakin banyak tersorot hingga menimbulkan banyak dorongan masyarakat untuk terus mendorong para pejabat eksekutif dalam mengesahkan RUU PKS. Sayangnya, kendala internal seperti pembiayaan visum korban masih menjadi pertimbangan para pembuat kebijakan.

Padahal seharusnya, masalah biaya terkait kasus kekerasan seksual adalah masalah yang harus lebih dapat diatasi oleh negara. Pasalnya, menurut pendataan BPS pada tahun 2018, jumlah kasus pemerkosaan yang ada di Indonesia menembus angka 1.288 kasus, pencabulan 3.970 kasus dan kekerasan seksual mencapai 5.247 kasus. Dari angka-angka ini dapat diketahui bahwasanya kasus kekerasan seksual adalah kasus yang cukup serius.

Banyaknya kasus-kasus kekerasan seksual yang bisa kalian lihat melalui http://104.145.231.244 yang seolah terus bertambah dan menjadi warning kepada masyarakat untuk terus berhati-hati secara fisik bagi perempuan dan berhati-hati secara mental bagi lelaki. Sikap hati-hati ini harus senantiasa ditumbuhkan pada setiap jiwa para generasi. Bagi perempuan, bukan lagi masalah aturan tata busana yang harus diatur sedemikian rupa demi menghindari hasrat lelaki, melainkan pikiran dan suara lantang yang dibutuhkan seorang perempuan untuk terus berani menyuarakan keresahan dan kekhawatirannya terkait permasalahan kejahatan seksual yang bisa saja menimpa dirinya. Bila perlu, gunakan media sosial untuk sekedar meluapkan kerasahan dan mengungkap bukti-bukti kejahatan. Mengingat belum disahkannya RUU PKS, Anda para perempuan dapat mengungkitnya melalui pasal undang-undang lain yang masih berkaitan, contohnya UU ITE. Tentu saja UU ini berlaku bagi kasus-kasus kejatan seksual yang dilakukan melalui dunia digital, tapi jika konteks permasalahannya masih berkaitan dengan pelecehan di platform digital, mengapa tidak? Asalkan disertai bukti yang lengkap dan akurat, agar tidak menimbulkan persoalan baru seperti halnya pasal pencemaran nama baik.

Jika perempuan harus lebih berani lagi dalam menyuarakan keresahannya, lain halnya dengan laki-laki. Karena mayoritas pelaku kekerasan seksual adalah laki-laki, maka perlu lebih diperhatikan lagi, “sebenarnya apa sih yang salah dengan pola pikir laki-laki para pelaku kekerasan seksual?”. Menurut beberapa studi penelitian, disebutkan bahwa sebagian besar faktor penyebab kekerasan seksual yang dilakukan para pelaku adalah semata-mata sebagai simbol kekuasaan atas kaum yang dianggap lebih lemah darinya, yakni perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa hal-hal seperti pakaian perempuan, jam keberadaan perempuan dan faktor-faktor lainnya hanya terkesan sebagai alibi untuk melindungi kegagalan pencapaian harga diri yang dirasakan oleh pelaku. Oleh karena itu, pendidikan seputar seksual dan love esteem sangatlah penting diterapkan kepada generasi muda sedini mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!